Senin, 12 Oktober 2009

Bagaimana RSBI ke depan?

RSBI (yang mungkin sekarang sudah menjadi SBI) antara nama dan konten masih perlu dipertanyakan. Sebagian besar yang membedakan antara RSBI dan sekolah-sekolah nonRSBI saat ini hanyalah bahasa yang digunakan dalam penyampaian materi pelajaran di kelas. Padahal menurut saya, penggunaan bahasa asing dalam penyampaian materi pelajaran di kelas untuk tingkat SLTP dan SLTA sebaiknya tidak dilakukan, mengingat penguasaan bahasa ibu yang baik dan benar untuk mereka masih sangat kurang, disamping hal itu juga menanamkan rasa "kurang bangganya" terhadap bahasa nasional.
Baru-baru ini kita menyaksikan bagaimana Malaysia mengklaim beberapa seni dan budaya kita sebagai seni dan budayanya. Ini disebabkan karena mulanya kita tidak punya rasa percaya diri untuk membanggakan seni dan budaya kita, sehingga kita tidak peduli dengan itu semua. Tidak mustahil hal semacam ini juga terjadi pada bahasa nasional kita, yang sekarang sudah mulai ditinggalkan di sekolah-sekolah yang berlabel SBI.
Tidak bisakah kita membuat standar pendidikan yang lebih baik tapi tetap menjunjung tinggi nasionalme kita?